Follow IG @artasedana_bali

Putu Gede Sedana – Owner Arta Sedana Group

Bukan senjatanya, melainkan siapa orang yang ada di baliknya. Demikian makna filosofis yang terkandung pada ungkapan “The Man Behind the Gun”. Istilah tersebut sangat berelasi pada situasi keseharian kita, di mana banyak sekali usaha yang tadinya biasa biasa saja, ketika ditangani oleh orang tertentu yang berkompeten dalam manajerial, akhirnya bertransformasi menjadi usaha yang maju. Salah satu insan pengusaha di Bali yang mempunyai kemampuan manajerial tinggi tersebut adalah Putu Gede Sedana, yang mampu mentransformasikan konsep warung tradisional menjadi usaha retail modern di pelosok daerah Bali.

 

Putu Gede Sedana & Made Dian Dwi Yanti
Founder Arta Sedana Group

“Bisnis retail itu akan selalu bertahan dalam berbagai kondisi, selama masyarakat masih memerlukan produk-produk kebutuhan sehari-hari,”

ujar Putu Gede Sedana menjelaskan alasannya mengapa memilih terjun ke bisnis retail.
Pengusaha berusia 37 tahun tersebut mampu melihat peluang usaha distribusi kebutuhan pangan masyarakat di bawah bendera usaha PT. Arta Sedana Singaraja pada 2015 silam. Kemudian setahun berselang ia membuka usaha retail dengan konsep minimarket di Kota Singaraja dengan mengusung brand Arta Mart. Keputusannya untuk memulai core bisnis tersebut di Bali Utara merupakan implementasi dari visi misi yaitu menyediakan kebutuhan masyarakat di daerah dengan produk lengkap dan harga yang kompetitif. Selain itu ia ingin menawarkan pengalaman berbelanja yang nyaman dan harga yang transparan kepada konsumen.


“Sebelumnya masyarakat sudah awam berbelanja ke warung tradisional. Kelebihan warung tentunya dekat dengan masyarakat, terutama yang tinggal jauh dari pusat perbelanjaan. Namun ada pula kekurangannya yaitu konsumen harus repot bertanya mengenai harga produk serta tidak leluasa memilih-milih apa yang ingin dibeli. Kekurangan pada usaha retail tradisional itulah kemudian kami atasi dengan membuat suatu tempat berbelanja yang lebih modern, di mana konsumen dapat berbelanja dengan nyaman dan langsung bisa melihat harga yang tertera pada produk yang ingin dibeli,” tutur Putu Gede Sedana menjabarkan.

Berkat tim manajemen yang solid di bawah kepemimpinannya, serta dukungan penuh dari keluarga. Usaha yang dikembangkan Putu Gede Sedana kian menunjukkan kemajuan. Terbukti pada akhir tahun 2019 PT Arta Sedana Singaraja dipercaya dan disupport penuh oleh PT Bank Muamalat Indonesia untuk mengembangkan retail terbesar di Bali dan Jawa Timur, khususnya di kabupaten Banyuwangi dengan brand “Artasedana Supermarket & Department Store.“ Dari 12 outlet sudah beroperasional 9 outlet di Bali yaitu Artasedana Sanur, Artasedana Nusa Dua, Artasedana Gianyar, Artasedana Negara, Artasedana Seririt, Artasedana Ngurah Rai Singaraja, Artasedana Surapati Singaraja dan Artasedana Amlapura di Kabupaten Karangasem,”paparnya.

Sepak terjang Putu Gede Sedana sebagai pengusaha lokal daerah tidak hanya berperan dalam menyediakan segala kebutuhan dan keperluan masyarakat Bali dengan pelayanan prima dan menyajikan produk-produk berkualitas tentu dengan harga yang kompetitif dan terjangkau.

Ia pun telah berkontribusi nyata dalam membangun perekonomian daerah dengan membuka lapangan pekerjaan bagi hampir 1000 karyawan karyawati bernaung di bawah group Arta Sedana. Selain itu ayah 3 anak ini juga telah berkolaborasi dengan pelaku usaha menengah lokal sebagai mitra usaha. Totalnya hampir 400 pelaku usaha telah bekerja sama menjadi suplier bagi PT Arta Sedana Singaraja.

Mental Baja Pengusaha

Keberhasilan Putu Gede Sedana dalam mengembangkan bisnis retail tidak serta merta karena peluang di industri tersebut demikian menjanjikan. Nyatanya di lapangan, kompetisi usaha di bidang retail sangat ketat. Para pengusaha yang berjibaku di bisnis ini berupaya menawarkan harga semurah-murahnya dan promosi yang sangat gencar. Bahkan tak jarang, meskipun sudah pernah maju dan berkembang, para pebisnis retail akhirnya tersandung di tengah jalan lalu akhirnya mundur dari persaingan.

Lantas, bagaimana sosok Putu Gede Sedana mampu mempertahankan eksistensi bisnisnya dalam kurun waktu yang cukup lama? Bahkan ia pun sempat menjadi sorotan lantaran berhasil mengakuisisi salah satu usaha retail dengan brand image cukup kuat di Bali.

“Tantangan akan selalu ada, dalam jenis usaha apa pun. Terpenting bagi pengusaha adalah selalu optimis dan berpikir jernih dalam setiap pengambilan keputusan,” tegas pria asal Singaraja tersebut.

Putu Gede Sedana mengakui jika ingin menjadi pengusaha, haruslah memiliki mentalitas yang kuat seperti baja. Hanya mereka yang selalu melihat peluang dari tiap tantangan yang akan berhasil melampaui puncak kesuksesan. Selain itu dalam berbisnis tentunya harus memiliki perencanaan yang matang lengkap dengan berbagai pertimbangan skenario yang kemungkinan terjadi. Sehingga dalam rencana yang dibuat tidak hanya berfokus pada berapa hasil yang akan didapat, melainkan bagaimana langkah strategis yang dilakukan guna menghadapi risiko yang datang di kemudian hari.

Khususnya dalam pengembangan bisnis retail dengan target market masyarakat di pelosok daerah, Putu Gede Sedana menjelaskan pihaknya juga mengembangkan pola manajerial yang sedikit berbeda di masing-masing wilayah. Misalnya saja toko yang berlokasi di daerah Tabanan dengan yang ada di Sanur, tidak sama pengelolaannya lantaran klasifikasi konsumen pun berbeda. Toko area Sanur lebih sering dikunjungi target market wisatawan asing sehingga SDM yang dipersiapkan harus mampu menghadapi konsumen dengan kemampuan bahasa asing.

“Ke depannya kami ingin mengembangkan usaha ini menjadi suatu pusat rekreasi dan perbelanjaan yang lengkap, dengan menonjolkan keunggulan kearifan lokal tiap-tiap daerah di Bali,” katanya menjelaskan rencana pengembangan bisnis selanjutnya.

Kerja Keras

Kesuksesan yang kini diraih Putu Gede Sedana bukanlah suatu hasil yang didapat melalui proses instan. Lika-liku perjuangan harus dilaluinya dalam kurun waktu yang tidak bisa dikatakan sebentar. Mentalitas sebagai pengusaha dengan daya juang tinggi merupakan hasil dari pembelajaran pengalaman di masa lalu yang juga diwarnai berbagai problematika kehidupan.

Harus bekerja keras dulu sebelum mendapatkan sesuatu yang diinginkan adalah kenyataan hidup yang terbiasa dihadapi Putu Gede Sedana sejak usia kanak-kanak. Anak kelima dari tujuh bersaudara ini mengisi keseharian di masa kecil dengan berternak hewan. Lantaran orang tuanya bukanlah dari kalangan berada. Ayahnya yang merupakan pensiunan pegawai pemerintahan, meninggal ketika dirinya masuk ke jenjang SMP. Sementara ibunya menjadi tulang punggung keluarga yang harus menghidupi dirinya dan enam saudaranya yang lain.

Sejak kecil hingga memasuki masa SMA, Putu Gede Sedana terbiasa menghasilkan uang secara mandiri, baik lewat usaha berternak maupun mengerjakan pekerjaan sampingan lainnya. Sehingga tidak ada waktu luang baginya untuk bersantai seperti anak muda kebanyakan yang seusianya. Pada tahun 2002 ia mulai bekerja di perusahaan milik orang lain. Demi menambah pemasukan, ia juga membuka usaha biro jasa layanan pengurusan administrasi secara mandiri. Ternyata usaha yang awalnya diniatkan untuk usaha sampingan itu justru semakin maju.

Melihat antusiasme masyarakat terhadap adanya biro jasa tersebut, ia pun mendirikan perusahaan legal bernama CV. Arta Sedana pada tanggal 9 Maret 2009. Bisa dikatakan inilah momentum awal bagi Putu Gede Sedana untuk serius menekuni dunia kewirausahaan.

Berlanjut pada tahun 2010, pertama kali mengambil peluang usaha supplier pipa pvc. Ia mendistribusikan produk tersebut ke berbagai toko bahan bangunan di belahan Bali utara. Setahun kemudian, Arta Sedana berkembang menjadi distributor salah satu produk air mineral dengan merek Cheers dan beberapa produk food maupun nonfood.

Perkembangan usaha yang kian menunjukkan tren positif akhirnya mendorong Putu Sedana untuk mendirikan badan usaha berbentuk perseroan. Tepatnya tahun 2015, PT Arta Sedana Singaraja yang berkantor pusat di Jalan Pulau Komodo, Singaraja, secara resmi menjadi distributor berbagai jenis produk.

Sebagai pengusaha yang menjajal peruntungan di dunia usaha secara otodidak, Putu Gede Sedana mengatakan masih dalam proses terus belajar dan menambah wawasan serta pengalaman. Ia mengakui masih banyak target yang ingin dicapai baik berkaitan dengan internal perusahaan maupun berhubungan dengan kontribusi lebih lanjut di masyarakat. Ia memohon dukungan doa masyarakat agar Group Arta Sedana mampu terus bertumbuh kembang dan tetap eksis memberikan kontribusi terhadap sektor perekonomian, khususnya di Pulau Dewata. 

Dikutip dari : https://www.suaraharianrakyat.com/rahasia-bisnis-retail/

#artasedana #supermarket #departmentstore #piodalanalit #dcmuding

Share


News & Events